PESONA MAS IPAR
Wanita itu tertawa dipaksakan.
“Pamanku pemegang saham juga di sini. Dalam kesepakatan yang tertulis jelas, dia bisa menaruh orang yang dia tunjuk untuk menduduki suatu posisi di sini.” Tandas wanita itu. Harris mendesah berat. Dia ingat sekali surat perjanjian dengan Pak Handi, pemegang saham terbesar setelahnya. Dalam surat tersebut, sesuai syarat yang diajukan oleh Pak Handi, Harris harus menyetujui, jika suatu hari nanti dia akan menaruh seseorang di kantornya dengan posisi apapun yang dipinta olehnya. Harris setuju, kecuali menggeser posisi Dimas. Baginya Dimas adalah harga mati, yang tidak akan pernah bisa ditukarkan dengan siapapun.