Istri Nakal Mas Petani
Kemarin sewaktu mengomelinya, Pak Gagah sempat menyebutkan nama orang tua gadis di depannya.
“Aku anak bungsu Pak Jusman, Mas. Masa enggak ingat? Aku lulus SMA tahun lalu. Sekarang sedang ambil kursus menjahit,” jelas Sekar tanpa diminta.
“Saya enggak bisa berangkat bareng sama bapak kamu. Saya berangkat ke Paguyuban dari pabrik. Bareng-bareng sama Pak Saptono.” Wira melirik jam di pergelangan tangannya. Harusnya Kartika sebentar lagi sampai, pikirnya.