TUAN MUDA YANG MENYAMAR
Saking lama waktu yang kulalui dengan berbohong dengan alasan ingin selamat, kami menjadi mahir dalam hal menipu.
“Oh, ya, ya. Jadi saudaranya Mbak Junia?” tebak Pak Ujang.
Aku dan Paman tak menjawab, hanya sebuah senyuman setelah kami saling tatap. Seolah kami sedang membenarkan pertanyaan sekaligus pernyataan itu. Seakan ini tidak sedang berbohong. Entah, apakah ini bisa dibenarkan dan seharusnya mendapatkan toleransi?
“Paman, Salsa tidak di sini. Nomornya masih juga tidak aktif. Aku akan mencarinya ke kampus.” Aku pun berpamitan pada orang yang baru saja datang itu.