METAMORFOSA
“Sabar, ya, Mbak. Sepertinya Mbak terlihat begitu sedih.”
“Sakit banget rasanya, Pak,” sahut Shelka yang masih memejamkan mata.
“Sabar aja, semua kesedihan akan berlalu seiring berjalannya waktu.”
Shelka hanya tersenyum tipis mendengarkan nasihat dari sopir taksi yang terlihat masih begitu muda. Shelka merenungi apa yang dikatakan sopir itu. Benar juga, kalau kesedihan akan hilang dengan seiring berjalannya waktu. Karena Shelka yakin banget kalau sedihan itu berdampingan dengan kebahagiaan. Nggak mungkin Tuhan menciptakan Surga dan Neraka kalau tidak memiliki tujuan. Begitu juga dengan perasaan sedih dan bahagia kalau tidak memiliki pelajaran di dalamnya.
Hot Chapters