Hanya Sesal yang Tertinggal
Kata-katanya tertahan di bibir, lalu pada akhirnya tidak dilanjutkan.
Melihat itu, aku berdiri dan berjalan ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
Aku menggoreng telur dan roti, lalu membuat sedikit salad buah dan susu.
"Kalau belum makan, makan aja sekalian." Aku mengajak Ferdi dengan santai.
Awalnya dia berjalan mendekat dengan senang, tetapi wajahnya langsung berubah.
"Shania, aku alergi susu. Kamu lupa?"