Oleh-oleh dari Mertua
Kembali terasa manis.
"Jadi ... bagaimana aku bisa menunggu kalau gak tahu pastinya, Mas, sampai kapan?" Kuolah kalimat mempertanyakan kapan dia sampai menjadi lebih diplomatis, agar tidak digoda lagi.
Dia terkekeh, sepertinya paham jika aku mempermainkan kata, "Kalau tidak delay, sore sudah sampai, Sayang. Kalau delay, ya, sampai malam."
"Ya, sudah. Aku tunggu, Mas, sampai malam."