Dokter Terhebat
gumamnya, mencoba bersabar meski matanya menatap jam dengan gelisah.
Meski tampak kecewa, ia masih menyimpan harapan. Ia percaya, janji dari keluarga Kuncoro bukan sekadar angin lalu.
"Aku akan menunggu, bahkan jika harus hingga malam," ucapnya pelan, seolah meyakinkan dirinya sendiri.
Namun saat matanya tertuju ke arah pintu masuk, ekspresinya membeku.
Miranda muncul, tersenyum anggun. Namun yang membuatnya kehilangan kata adalah pria muda yang berdiri di sisinya—berjalan dengan tangan saling menggenggam.
Hot Chapters