Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menaklukkan Duke Playboy

Menaklukkan Duke Playboy

William mengangkat bahu lalu mengayunkan kakinya ke atas tempat tidur. “Selalu ada yang pertama kali untuk segalanya," Kate mencoba meyakinkannya. "Percayalah, sofanya sangat nyaman. Kau akan menyukainya." William mengangkat bahu dengan anggun. "Mungkin untukmu tapi tidak untukku. Tubuhku jauh lebih panjang dari sofa. Itu tidak akan muat. Dan ketika itu kurang panjang," bibirnya membentuk seringai iblis saat dia membiarkan kalimatnya menggantung selama beberapa detak jantung sebelum dia melanjutkan, “itu tidak nyaman."
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Gadungan Sahabatku

Menjadi Istri Gadungan Sahabatku

Aku hanya tersenyum. “Kejutan!!” sorak anak-anak. Galang mengangakan mulut dan membulatkan matanya melihat sofanya sudah ada di tempatnya semula. Kondisinya jauh lebih baik dari yang sebelumnya, karena semuanya serba baru. Tidak mudah menemukan toko yang memiliki bahan sofa yang serupa, tetapi aku berhasil. “Sofa ini sudah tidak diproduksi lagi,” katanya bingung.
1019.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 664 kali sebagai sofa panjang
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Meina H.
Hai, teman-teman. Terima kasih sudah mampir, juga yang masih setia mengikuti cerita Fayola dan Galang. ♡ Selama bulan April 2023, aku akan menambah satu bab per hari. Jika bisa lebih, pasti akan aku unggah. Bila suka novel ini, sumbangkan gem dan beri komentar, ya. Terima kasih. (。・ω・。)ノ♡
Melisa
Wkwkwkwkkwkk suka kentut. Jadi ingat dlu masih sekolah suka banget kentutin temen...... 1 hal yg aku suka di crta ini krna mereka sangat menyayangi keluarga msing2 sllu support n nikahnya di gereja. Jrg banget baca novel yg nikahnya di gereja selalu ijab kabul
Baca Semua Ulasan
Dimanja Suami Kontrakku

Dimanja Suami Kontrakku

“Tiga bulan lagi kamu akan nyerah dan minta ganti sofa. Ini investasi.” Dia menarik napas panjang—lalu duduk. Sofa itu nyaman. Nyaman sekali. “Bahaya ini…” Anita mengguman. Rex menoleh cepat. “Kenapa? Terlalu empuk? Terlalu fancy?” Anita menatap lurus ke depan. “Terlalu bikin aku bisa nonton drama Korea sampai lupa hidup.” Rex nyengir. “Oke, kita beli.”
1042.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 970 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Ruangan itu sangat luas, dengan lantai marmer hitam yang mengkilap, dinding yang dilapisi dengan panel kayu mahoni yang mahal, dan lampu kristal besar yang menggantung di langit-langit. Di tengah ruangan, terdapat sebuah sofa kulit hitam yang sangat besar—sofa yang bisa menampung lima orang. Dan di sofa itu... Duduk seorang pria setengah baya bertubuh besar dan menakutkan. Tingginya sekitar seratus sembilan puluh sentimeter, dengan tubuh yang penuh dengan otot yang sangat besar—otot yang terlihat jelas di balik kemeja hitam yang ia kenakan.
1082.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
RATU VELENDOR

RATU VELENDOR

Saling memandang, keduanya berjalan dan duduk di atas sofa panjang. Peter Meth duduk di sana, tangannya tidak dapat menahan diri untuk tidak menyentuh sofa kulit di bawahnya: "Tempat duduk ini sangat lembut juga sangat nyaman!" Peter Meth berkata kepada Leaf Perdan di dalam suara yang cukup ringan. "Terlihat sama seperti di Istana Landless, tetapi ini jauh lebih berkualitas!"
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Dikejar Mantan Boss!

Dikejar Mantan Boss!

cicit Anindya dengan pipi merona merah. "Sofa ini luasnya tiga meter, Anindya," balas Reno santai, malah makin mengikis jarak sampai bahu mereka saling bersentuhan. "Kamu yang deg-degan, makanya kerasa sempit." "Ih, pede banget!" sergah Anindya cepat-cepat mengalihkan pandangan ke laptop. "Saya cuma mau cepat beres! Saya mau tidur!"
211 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Kontrak Cinta Suami Kedua

Kontrak Cinta Suami Kedua

“Kalau butuh bantuan, kau bisa selalu menghubungi Papa. Papa juga sangat bosan tidak diizinkan keluar sembarangan oleh suamimu.” Elena dan William masih mengobrol ketika mereka memasuki rumah. Elena gegas menemui Jason setelah mengantar William ke kamarnya. Saat ini, Jason sedang berbaring di sofa besar. Dia baru saja membeli sofa itu siang tadi saat mereka ada di kantor. Sofa antik dengan warna keemasan pada bagian kayu, dan kain beludru merah menutup busa tebal nan empuk, mirip dengan kursi kerajaan yang dapat menampung seluruh badan Jason.
1033.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
SUAMIKU 90 CM

SUAMIKU 90 CM

pantatku jatuh di kursi yang ternyata di desain agak rendah itu. Untung aja sofa nya empuk, kalau nggak, bisa tempos pantat sexi ini. Aku terus ngedumel dalam hati sambil meringis. "Maaf, Dik. Semua perabotan di rumah ini memang didesain agak rendah. Disesuaikan dengan tubuh Mas yang seperti ini," ucapnya seakan tahu isi di kepalaku. "Iya, Mas. Tidak apa, nanti juga Zilla akan terbiasa. Ehm ... kamarnya di mana, Mas? Mau simpan pakaian." Aku berdiri menyeret koper.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
ALASAN SUAMIKU MENDUA

ALASAN SUAMIKU MENDUA

Zia berucap lirih. Farid mendaratkan tatapan pada sofa panjang berwarna abu tua dengan bantal sandaran berwarna putih susu di hadapannya. Beberapa kancing berukuran besar turut menjadi penambah kesan sempurna bagi penampilannya. Tatapan Farid kembali beralih pada wajah lembut dengan mata kuyu yang sedari tadi menunggu jawabannya. Mencium lembut jemari putih pucat yang sedari tadi bertaut dengan miliknya.
10104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Old Colony

Old Colony

Bentuknya hampir sama dengan apartemenku yang dulu. Barang-barangku juga tidak banyak: ranjang yang cukup lebar, nakas dengan dua laci, serta lemari baju berukuran sedang. Sebuah sofa merah di depan televisi layar datar berukuran 40 inch dan meja kayu bundar. Meja itu aku dapatkan setelah salah satu penghuni apartemenku di Back Bay pindah ke Inggris setahun yang lalu dan menjual seluruh perabotannya. Sofa menjadi barang favoritku. Selain sangat empuk, bagian bawah sofa itu bisa diangkat. Aku biasa bergelung seperti kucing malas di atas sofa pada akhir pekan sambil menonton N*****x. Tidak jauh dari sofa merah, aku meletakan kulkas satu pintu dekat konter dapur.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai sofa panjang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status