Hasrat Terlarang Kakak Ipar
Pasar itu ramai seperti biasa, bau tanah basah bercampur dengan aroma ikan segar, sayuran, dan teriakan para pedagang yang menawarkan dagangan mereka.
Langkah Ari terasa berat. Setiap kali menatap ikan segar di lapak, ia teringat wajah Ningsih yang beberapa minggu lalu mengeluh ingin dimasakkan ikan goreng sambal.
Setiap kali melihat buah-buahan, ia teringat betapa istrinya suka memamerkan meja makan penuh dengan buah segar di depan tetangga.
“Berapa sekilo, Bu?” Ari menunjuk ikan nila merah.