Cinta Yang Salah
"Maafkan semua kesalahanku, aku sangat menyesal telah mengkhianati kamu,"
"Hm, untuk apa menyesal? Meski sejuta penyesalan dan kata Maaf yang keluar dari bibirmu, takkan pernah memperbaiki keadaan, dan semuanya sudah tidak ada gunanya lagi, sekali kebusukan tetaplah busuk, serapi-rapinya kau menyimpan bangkai, dan pada akhirnya ketahuan juga, kan?" Mas Anton menatap sekilas lalu kembali membuang pandangannya.
"Aku tahu, dan aku sadar itu. Jika kau memintaku bersujud di kakimu, aku akan lakukan, yang penting kau memaafkanku Mas!"