Bidan Mima
ujarnya, "Maafkan aku ya sayang. Udah donk jangan nangis lagi. Aku kansudah disini. Acara lamaran juga sudah kita lalui. Tinggal besok akad nikah dan resepsi. Masa masih cemberut gitu."
"Pokoknya aku enggak mau besok ada bercandaan kayak gini lagi. Kalau kamu begini lagi, aku batalin semua!" Aku mengancamnya.
"Haduh, galaknya. Iya, iya.. aku janji enggak akan bercanda lagi besok. Tapi kalau udah selesai resepsi, boleh kan bercanda begini?" tanyanya usil.
"ENGGAK BOLEH!" Aku membulatkan kedua bola mataku, menekankan nasa bicaraku.