SELUMBARI
Terlebih lagi sudut pandang yang diambil adalah orang pertama, sehingga pembaca memang diharuskan masuk dalam cerita.
Tiba-tiba aku merasa ada yang mengawasi. Tanpa menutup buku, aku melirik beberapa tempat yang bisa dijangkau. Depanku kosong, kananku tembok—tidak mungkin ada, jadi dia pasti di sebelah kiriku. Aku akan berpura-pura mencari Syla sambil celingukan, namun aku memulainya dari sebelah kiri agar dia tidak memalingkan pandangan dariku. Aku menemukan seorang siswa sedang membuka buku namun matanya mengawasiku. Matanya dengan jelas melihatku, aku tidak mengada-ada.
Hot Chapters