SENDIAKALA
“Menikah? Wah… Selamat ya, Azahra. Ini benar-benar kabar bahagia. Siapa mempelai pria yang beruntung bisa menikahi sahabat terbaik ku ini?”
“Mas Abrisam,” jawab Mbak Aiza sebelum aku punya kesempatan untuk berbicara. “Suami saya.”
Kata itu seolah menusuk hati Satya. Aku bisa melihat bagaimana ekspresi wajahnya berubah, kejutan berubah menjadi keterkejutan yang lebih dalam, dan ada sedikit rasa tidak percaya bahkan ketidakterimaan yang muncul di dalam matanya. “Pak Abrisam?” ucapnya dengan suara yang lebih pelan, kemudian mulai mengangguk-angguk pelan seperti sedang mencoba menerima apa yang baru saja didengarnya. Keheningan mendalam menyelimuti kami selama beberapa detik yang terasa seperti
Hot Chapters