SUJUD TERAKHIR EMAK
sapa Paklik Anto, menarik kursi di hadapan meja kerja.
“Waalaikumsalam, Pak. Silakan duduk.”
Agung menegakkan badan, wajahnya tenang tapi penuh selidik.
Paklik Anto merapatkan duduknya, suara rendahnya mulai berbicara, “Aku datang mau ngomong soal Sita, Gung. Kamu kan tahu, Sita itu anak baik, tabah, masih muda. Aku pikir… mungkin kamu bisa mempertimbangkan untuk dekat sama dia.”