PELUKAN BERDARAH
Di meja makan, terhidang makanan dalam jumlah banyak—sop ayam mengepul harum, ditemani telur, tempe, dan tahu.
“Aku… akan makan dulu, biar ada tenaga,” gumamnya pelan. Dengan tangan bergetar, ia meraih piring dan sendok.
Namun Sindi cepat-cepat menahan.
“Mas! Jangan makan sop ayam itu!” sergahnya.
Arya menoleh, menatap heran. “Kenapa? Apa ini buat anak-anak?” tanyanya datar.
Sindi mengangguk, wajahnya gelisah. Tangannya gemetar saat ia mencoba duduk menenangkan diri.
ตอนยอดนิยม