Pendekar Tombak Matahari
Dari aromanya saja, Surya Yudha sudah tau jika obat ini terasa sangat pahit.
“Aku sudah baikan, sepertinya aku tidak perlu meminum ini lagi.”
“Wes nggak usah banyak alasan, Den. Minum aja obatnya, nanti Guru marah baru tahu rasa lho.”
“Apa tidak ada obat berbentuk pil? Aku tidak suka meminum tonik seperti ini,” keluh Surya Yudha.
Gendon melirik Ningrum dan Rengganis. “Kalo obatnya pait, gampang, minumnya sambil liatin ciwi-ciwi di samping Den Bagus aja, pasti langsung manis deh rasanya.”