Suami Perkasa
suaranya pelan, hampir kalah oleh hembusan angin malam, “aku nggak cuma mau semalam, kamu bakal marah?”
Sukma sedang berdiri di depan cermin, mengikat rambutnya dengan tangan cekatan. Gaun sutra masih melorot dari salah satu bahunya, memperlihatkan lekuk leher dan tulang selangkanya yang tajam. Ia menoleh perlahan, alisnya terangkat tipis, dan seulas senyum kecil yang entah menghibur atau merendahkan terbit di wajahnya.