Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
The CEO's First Class Destiny

The CEO's First Class Destiny

Elena Adiningrat adalah definisi dari keanggunan old money. Namun, dalam satu malam, dunianya yang berporos pada galeri seni dan pesta eksklusif runtuh ketika kerajaan bisnis ayahnya dinyatakan bangkrut. Dengan sisa martabat yang ia miliki, Elena memutuskan untuk terbang ke Paris menggunakan tiket First Class terakhirnya—sebuah pelarian mewah untuk meratapi hidupnya sebelum ia harus menghadapi kenyataan pahit. Di kursi 1A, ia bertemu dengan Aiden Valerick, CEO dari Valerick Group yang dikenal sebagai pria berhati baja dengan selera yang sangat mahal. Aiden membenci gangguan, terutama dari wanita yang tampak rapuh. Namun, selama belasan jam di atas awan, dalam ruang privat yang intim dan mewah, percakapan intelektual serta ketegangan yang tak terjelaskan mulai meruntuhkan dinding es di antara mereka. Bagi Aiden, Elena adalah teka-teki estetika yang sempurna. Bagi Elena, Aiden adalah predator bisnis yang akan melahap apa pun yang tersisa dari keluarganya. Takdir membawa mereka lebih jauh dari sekadar teman satu penerbangan. Sekembalinya mereka ke daratan, Aiden menawarkan sebuah kesepakatan: Elena harus menjadi kurator seni pribadinya untuk memulihkan citra perusahaan—sekaligus menjadi tunangan sandiwara untuk memadamkan pemberontakan di dewan direksi. Dari gemerlap lampu penthouse di Jakarta hingga lantai dansa di Monaco, Elena dan Aiden terjebak dalam permainan kekuasaan yang elegan. Di balik balutan gaun sutra pesanan khusus dan jam tangan bernilai miliaran, ada rahasia masa lalu dan pengkhianatan yang mengintai. Di dunia High Society yang kejam, mereka harus memilih: mempertahankan takhta masing-masing atau menyerah pada takdir yang telah mempertemukan mereka di kelas utama.
Romansa
231 viewsOngoing
Read
Add to library
Kini Ku Hilang Selamanya

Kini Ku Hilang Selamanya

Pada ulang tahun pernikahan kami yang ke-7, aku menindih tubuh Lionel, suamiku yang adalah seorang mafia, dan menciumnya dengan penuh hasrat. Di tengah keintiman yang membara, aku merogoh saku gaun sutra mahalku dan mengenggam test pack yang aku sembunyikan di sana. Aku berencana untuk memberitahunya kabar kehamilanku tengah malam nanti. Maryos, tangan kanan Lionel, menatapnya sambil tersenyum menggoda dan bertanya kepadanya dalam bahasa Iltan, "Bos, bidadari kecil barumu itu ... si Sofia .... Gimana rasanya?" Seketika itu juga, Lionel tertawa dengan begitu kencang, membuat bulu kudukku meremang. Lionel pun menjawab, tentunya dalam bahasa Iltan, "Rasanya seperti ... seperti buah persik yang belum matang. Segar dan lembut." Tangannya masih mengelus pinggangku dengan lembut, tetapi tatapannya tidak tertuju padaku. "Ingat, ini rahasia kita. Kalau istriku sampai tahu, habislah aku." Para anak buahnya tertawa. Mereka bersulang, berjanji untuk tidak membocorkan apa-apa. Kesabaranku perlahan menipis, digantikan dengan darahku yang mulai mendidih. Mereka semua tidak tahu bahwa nenekku berasal dari Pulau Sagara. Aku memahami semua isi pembicaraan mereka. Aku berusaha menahan emosi, mempertahankan senyum sempurna seorang istri pemimpin keluarga mafia. Meski begitu, aku tetap tak bisa membuat tanganku yang memegang gelas sampanye berhenti gemetar. Emosiku bisa meledak kapan saja dan aku tidak mau membuat kegaduhan. Jadi, untuk mengalihkan pikiranku, aku menyalakan ponsel, membuka undangan proyek riset medis internasional pribadi beberapa hari lalu, lalu menekan tombol "Terima". Dalam tiga hari, aku akan menghilang dari dunia Lionel, selamanya.
Short Story · Mafia
9.271.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Harga Sebuah Pengkhianatan dan Penghinaan

Harga Sebuah Pengkhianatan dan Penghinaan

Baru saja, setelah hampir mati kehabisan darah, aku berhasil melahirkan pewaris untuk Keluarga Rosano. Namun suamiku, Jerry sebagai orang nomor dua setelah bos di Keluarga Rosano, justru membiarkan orang kepercayaannya yang bernama Sofia merekam proses persalinanku hanya karena bilang dia bosan. Dia merekam semuanya, termasuk saat aku kehilangan kendali atas tubuhku, jeritanku, wajahku yang meringis kesakitan. Setelah itu, dia mengambil tangkapan layar, dan mengubahnya menjadi gambar stiker, lalu menyebarkannya di grup obrolan pribadi keluarga dekat. Dari balik pintu kamar rumah sakit, aku masih bisa mendengar tawa Sofia yang liar. "Jerry, ini hiburan terbaik sepanjang masa. Kau selalu tahu persis apa yang aku inginkan." "Tapi Rana pasti akan mengamuk saat dia bangun dan melihat ini." Efek anestesi belum sepenuhnya hilang. Kelopak mataku terasa berat, namun dalam keadaan setengah sadar, aku masih bisa mendengar nada suara Jerry yang santai dan acuh tak acuh seperti biasa. "Dia nggak akan benar-benar marah. Kau tahu sendiri Rana, dia selalu patuh padaku." "Aku hanya perlu sedikit membujuknya. Lagipula, anak kami sudah lahir sekarang, dia nggak mungkin meninggalkanku." Jari-jariku yang tersembunyi di bawah seprai sutra mengepal erat. Pikiranku dipenuhi dengan semua hal yang telah kukorbankan untuknya selama bertahun-tahun ini. Jerry mungkin telah lupa siapa yang sudah membuatnya menjadi pria yang menguasai jalanan ini. Karena kau sangat suka bermain, maka aku akan memainkan permainan sungguhan denganmu. Pada hari aku pergi, kau akan menyesali semuanya!
Short Story · Mafia
5.7K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status