Janji Setia
“Berhentilah mengurus kuda. Untuk yang satu ini kau akan digaji pemerintah. Suamiku sedang mengurus pemberhentian kerjamu.”
“Oh, tidak, nanti Kai tidak akan bersamaku.”
“Sudah ditebus sekalian.” Maira meyakinkan.
“Oh, enak juga hidupku di sini walau kekeringan.”
“Kekeringan apa?”
“Di sini tidak ada hujan. Padahal biasanya aku menampung air hujan untuk mencuci semua dosa-dosaku.”
“Ada nanti di pinggiran sini dekat sungai, ketika peralihan musim dingin ke panas, tapi tidak banyak.” Maira menoleh dan Fahmi sudah menyelesaikan urusannya.
Capítulos Populares