Love You Aleea
"Kayak kamu pernah bilang dulu. Kamu bisa lebih nahan diri, tapi akunya yang kurang bisa."
"Nggaklah, sekarang aja kamu yang ingetin aku."
Kami saling menatap, sebelum sama-sama memajukan badan dan mendekap satu sama lain. Aku memejamkan mata dan menghidu aroma tubuhnya yang manis. Selama beberapa menit kami masih dalam posisi yang sama, sebelum aku menolak tubuh dan memandanginya lekat-lekat.
"I love you, Aleea," lirihku.
Chapitres populaires