Aku Tak Bodoh
Urat-urat biru yang menonjol di daerah dahi dan batas telinga, menandakan kalau ia sedang menahan tangis sedih di dada.
Ah, duniaku. Ini lah duniaku yang sesungguhnya. Aku lemah, aku kalah, aku menyerah.
"Tangan kamu kenapa, Fir?" Ibu bertanya dengan mengelus tanganku yang diperban.
"Sakit, Bu. Tapi udah sembuhnya, ini," jawabku dengan suara yang bindeng sembari cepat mencubit hidung sendiri agar ingus yang bersarang di sana tidak terlalu menggangu pernapasan.
Capítulos Populares