Di Ranjang Majikanku
Binar tidak mengikuti perkembangan selanjutnya karena itu bukan urusannya.
Namun kini, moderator sudah menatap,begitu juga puluhan pasang mata di ruangan itu sudah menunggu. Binar melihat beberapa orang mengeluarkan ponsel, dan di barisan depan, seorang pria dengan kemeja batik menyilangkan tangan, menatapnya dengan ekspresi yang tidak bisa dia baca.
Binar berpikir cepat.
"Saya rasa, setiap langkah ekspansi memang punya risiko." Suaranya stabil. "Tapi kalau boleh jujur, pendekatan yang terlalu hati-hati juga bisa membuat peluang hilang."