SETELAH TALAK TIGA
tanyaku menoleh padanya sekilas.
"No, saya tidak akan membiarkan istri saya tenggelam dalam fatamorgana, susah, loh mendapatkannya, ini aja belum tentu diterima," sahutnya jahil, aku hanya bisa geleng kepala dengan tingkahnya, dia tak ubahnya es kutub yang mencair.
"Kita ke sana!" ajaknya, aku manggut saja lantas mengikuti langkahnya, kami duduk di sebuah bangku memanjang, menatap bersama pada hamparan laut lepas.
Chapitres populaires