BATARI
Tangannya yang besar, yang baru saja digunakan untuk menunjukkan kekejaman di depan toilet, kini bergerak dengan kelembutan yang menyakitkan.
Ia meraih tengkuk Batari, menariknya perlahan hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa milimeter. Mata Victor yang gelap tampak seperti jurang yang siap menelan apa pun. "Kau milikku," bisiknya, sebuah klaim yang lebih mirip kutukan daripada janji.
Ciuman itu tidak dimulai dengan lembut.
Hot Chapters