Atasanku, Suami Keduaku
Vino otomatis meraih lengan Mika, menariknya sedikit ke belakang, sementara matanya tajam ke arah datangnya suara.
“Kalian jelas orang kota itu,” ucap seorang pria dengan suara berat. Dari kegelapan, perlahan tampak sosok lelaki dengan pakaian nyaris seperti gembel, celana digulung setengah betis, kulitnya legam penuh guratan usia. Di tangannya ada obor kecil yang bergoyang tertiup angin. Di sebelahnya seorang pria tegap menatap dengan sorot curiga.