Bias Cinta
usir Dinda sambil mengibas kedua tangan, seolah benar-benar ingin mengusir pria itu, “jam tujuh saya mau balik kalau nggak ada tukang buburnya.”
“Sebentar lagi jam tujuh,” ucap Felix mengerut dahi ketika melihat smartwatch-nya. Entah mengapa waktu berlalu begitu cepat, padahal mereka seolah baru saja bertemu dan bicara. “Oke kalau begitu, saya pulang dulu.”
“Hati-hati, Pak.”
“Tunggu sebentar,” ucap Felix dengan satu kaki yang siap menginjak pedal, “saya pulang mandi, setelah itu ke sini jemput kamu sama ibumu.”