TANGISAN DIBALIK JERUJI BESI
tanya Rendra, tak percaya, matanya terbelalak.
Indri mengangguk, "Bukankah itu kejam sekali?" Isakannya terdengar pelan. "Dan tadi, Azizah juga sempat cerita padaku, Bang. Kalau dia sangat merindukan putrinya, bahkan sesekali aku melihatnya menangis."
"Hm, semoga saja besok saudaranya akan membawa putrinya datang membesuk."
Rendra menghela napas panjang lalu menatap ke arah Indri. "Wah, wah, abang nggak nyangka kamu seperhatian itu sama seorang narapidana," ucapnya dengan nada mencemooh.