Barraberee
“Loh, Qarmita. Sama siapa ke sini?”
Allahurabbi! Ternyata Tante Izma sedang ada di rumah.
“Sendirian, Tante. Emmm, Om Barra-nya ada kah, Tan?”
“Barra? Loh, baru saja dia pergi. Katanya ada yang mau dibeli di mini market. Masuk, Nak.” Aku tersenyum, sebelum mengikuti langkah Tante Izma ke dalam. Lalu aku dipersilakan duduk di sofa ruang tamu. “Tunggu sebentar ya, dia tidak akan lama. Paling hanya sepuluh menit saja. Soalnya dia tadi pakai motor.”
Hot Chapters