Raina
“Saya sama Raina mau ke kantin dulu, Tante. Raina mau saya suruh makan dulu. Tante mau sekalian?”
“Ah tidak. Kebetulan Tante sudah makan tadi karena harus minum obat.” Dari lengkungan senyumnya, aku tahu Tante Marina tulus. Ia sosok wanita yang tegar, bahkan seorang diri membesarkan Raka.
“Kalau begitu, kami tinggal dulu sebentar, Tante.”
“Silakan, Nak Arkan.”
***
Hot Chapters