Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Takdir Tara

Takdir Tara

Ia berdiri tegak dan mencoba untuk berjalan sedikit demi sedikit. “Bagus, Tara. Pelan-pelan.” Tara mengangguk dan tersenyum. Ia mencoba apa yang diperintahkan Aryan. Sampai pada detik berikutnya, kakinya sangatlah lemas, ia kehilangan keseimbangan dan hampir saja terjatuh. “Arghh!!” teriak Tara.
816 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai tao tei
Baca
+Pustaka
Tawanan Hati Sang Tuan Muda

Tawanan Hati Sang Tuan Muda

Prang. Karena terlalu syok, kehadiran Rama itu membuat Pia tak sengaja menjatuhkan gelas. “Ma- maaf. Saya ambil sapu dulu.” Cepat-cepat Pia lari ke belakang dan ingin membersihkan pecahan gelas. Debaran jantung tak terkira. Air di tenggorokan naik turun tiada ujung. Napas tidak teratur seakan melihat hantu.
638 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai tao tei
Baca
+Pustaka
Tawanan Cinta Sang Penguasa

Tawanan Cinta Sang Penguasa

tanya Marco berbisik Hiriety tersenyum tipis, membuka matanya perlahan. Rambutnya yang basah melekat di wajahnya, menambah daya tariknya. “tidak” Jawabnya "Aku membawa ini." Marco menunjukkan botol minyak pijat aromaterapi. "Boleh aku memijatmu?" "Oh, apa kau pandai memijat?”
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 377 kali sebagai tao tei
Baca
+Pustaka
Kinan

Kinan

"Iya-iya, Ibu percaya." ~•~ TBC
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai tao tei
Baca
+Pustaka
Elmaut Berwajah Merah

Elmaut Berwajah Merah

Tao Tu lemparkan potongan golok ke arah Thian Sin lalu mengambil pedang bekas anak buahnya, kemudian lompat sambil pedangnya menebas dari atas. Thian Sin geser sedikit tubuhnya menghindari lemparan patahan golok sambil angkat pedang ke atas,, menahan pedang Tao Tu. Trang! Pedang Tao Tu patah, sebelum Tao Tu mundur. Jari sakti Budha dari tangan kiri Thian Sin melesat ke arah dada Tao Tu. Craks! Tao Tu terpental ketika jari sakti Budha menembus dada sampai punggung.
1014.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 495 kali sebagai tao tei
Baca
+Pustaka
TEH ... AKU DI SINI

TEH ... AKU DI SINI

Braak! Tali itu memutus kep4la mereka berempat dalam satu jeratan. Kuntilanak merah itu tertawa, sembari menjilati d4rah yang mengucur hingga menjadi genangan. Erika melihat semua itu dengan pandangan buram. Beserta orang tuanya yang mulai dilahap oleh api. Seseorang memasukkan daun berbau anyir ke mulut Erika, hingga pandangannya menggelap.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai tao tei
Baca
+Pustaka
TEROR KOS BU TEJO

TEROR KOS BU TEJO

tanya Rengganis mulai bergabung bersama yang lain. Pandangannya tidak sengaja menatap benda aneh dari genggaman tangan Bu Tejo. "Nis ... ini punya kamu?" tanya Bu Tejo kemudian dengan ekspresi serius. Rengganis menggeleng pelan sebagai jawaban. Ia mengerutkan dahi ketika melihat mimik wajah Joko, Wisnu dan juga Mbak Trisna yang terkesan tegang. "Emang kenapa, Bu?" imbuhnya lagi menatap tidak mengerti kepada simpul tali di tangan Bu Tejo. "Itu tali, 'kan?"
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai tao tei
Baca
+Pustaka
Titip

Titip

Zain memicingkan mata, menimpali matahari sore yang membias di wajahnya, meningkahi pohon kamboja yang bunganya luruh ke bumi. "Mereka memanggilku Tante, Yuk. Biar dia hanya punya satu mama yang sekarang sudah ada di surga. Terima kasih telah mengajariku banyak hal, sehingga meski sulit, aku tak terlalu kaget menggantikan posisimu menjadi ibu mereka. "Jom!" Kugandeng dua pria kecil yang tersenyum lebar itu. Mereka berlari pelan menjauhi tempat mamanya bersemayam sambil menarik tanganku.
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai tao tei
Baca
+Pustaka
Dewa

Dewa

Dewa mengiba. Chika pura-pura tak mempedulikannya. Dia masuk lagi ke dapur untuk mengambil piring. Bersamaam itu Reno dan Silvi telah pulang dari masjid. Suara mereka mendadak membuat rumah sederhana itu seolah akan roboh. Reno dan Silvi memakai seragam TPA bawahan hijau, dengan atasan kuning. Silvi menutup auratnya dengan kerudung putih awan, sementara Reno memakai pecis Entong. "Kakaaaaakkkkk!! Silvi pulang! Nilai tajwid Silvi tadi seratus,"
9.97.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai tao tei
Baca
+Pustaka
Warisan Artefak Kuno

Warisan Artefak Kuno

Wajahnya memerah, tapi ia menahan diri dan membalas salam dengan sopan, menangkupkan kedua tangan di depan dada, dan menunduk dengan hormat. “Ah... Pendeta Yunho.” Suaranya rendah, penuh kesopanan. “Iman Tao yang sederhana ini tidak pantas disebut sebagai praktisi sehebat itu. Ilmu bela diri Pindao hanya gerakan Taiji, sekadar untuk melemaskan otot dan tulang, tidak lebih.” Angin laut yang dingin bertiup kencang, menghantam wajah mereka berdua, membawa aroma garam yang tajam. Langit pagi masih diselimuti kegelapan, dengan hanya segaris cahaya di ufuk timur.
9.8225.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.6K kali sebagai tao tei
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
Jimmy Chuu
pembaca yang terhormat Mohon maaf akhir-akhir ini jumlah koin yang harus kalian habiskan sedikit banyak. Hal ini disebabkan author harus menulis kata di atas 1300 kata Karena untuk membuat bab tersebut lebih detail. jika di bawah 1300kata, takutnya Pesan yang ingin disampaikan tidak bisa ditangkap
Embunayu
Thor.. ijin promosi. ikuti dan baca novel eksklusif pertama saya yang berjudul "Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api" mengisahkan seorang anak sulung raja yang ditindas karena kelemahannya dan diusir karena ketidak mampuannya untuk menjadi putera mahkota. hidup dalam intrik dan kisah cinta unik.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status