Nikah Tanpa Undangan
Kakinya terus berjalan, walau gontai, namun tekadnya sudah bulat untuk mengakhiri segala permasalahan yang menerpa, lebih tepatnya melarikan diri, karena masalah itu tak akan benar-benar berakhir jika ia belum menyelesaikannya bersama Restu.
Seorang pria berlari kencang dengan penampilan yang berantakan, wajahnya memerah, nafasnya ngos-ngosan, rambut acak-acakan, tak seperti penampilan biasanya.
Pandangannya tertuju kearah papan layar pengumuman keberangkatan, dari kejauhan ia melihat siluet yang sangat dikenalnya.
Langkahnya semakin dipercepat, berharap segera memeluk wanita cantik dengan hijab abu-abu, namun sayang satpam menghalanginya, kali ini dia benar-benar terlambat.
Chapitres populaires