Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perpisahan di Malam Salju

Perpisahan di Malam Salju

Pada hari jadi pernikahanku yang ketujuh dengan Ivan, aku menunggu di depan satu meja penuh makanan yang sudah dingin hingga fajar. Keesokan harinya, justru kulihat dia yang seharusnya sedang menghadiri jamuan, muncul di berita utama sambil menggandeng cinta lamanya, Isabella. Aku pun membalik meja, membakar ruang kerjanya, dan dengan mata memerah menghancurkan pesta penyambutan Isabella. "Kembali. Jangan temui dia." "Kalau nggak, kita cerai." Namun dia bahkan tidak bereaksi sedikit pun. Sampai Isabella begitu ketakutan sehingga pergelangan kakinya terkilir. Untuk pertama kalinya, kekhawatiran muncul di mata Ivan, dan dia memarahiku, "Sudah cukup belum kamu membuat keributan?" Aku tertegun lama, lalu akhirnya melemparkan selembar perjanjian cerai ke wajahnya. "Kita cerai." Ivan menandatangani dengan asal-asalan, lalu membungkuk memijat pergelangan kaki Isabella. Aku berbalik dan pergi. Ada yang menebak, apakah kali ini aku benar-benar serius. Ivan mencibir dingin. "Bagus kalau benar pergi. Tujuh tahun pakai cara yang sama, dia nggak bosan, aku pun sudah muak." Angin dingin menerpa dada, aku menggenggam erat tiket pesawat. Sesuai keinginannya ... kali ini aku benar-benar melepaskannya.
1.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 47 Beses bilang tato bulu di dada
Read
+Library
Senja di ufuk barat

Senja di ufuk barat

Tataya Gamboa
"Hai, Sigung kecil..." Jawabnya tersenyum.Sebenarnya Alana tidak suka dengan panggilan Sigung kecil, namun dia tetap tersenyum dan menerimanya."Bu, apa aku warnai saja rambutku, dengan warna hitam, atau warna merah seperti Ibu..?" Ucap Alana ketika sedang membantu Maria menyiapkan makan siang."Tidak usah sayang, jadilah dirimu sendiri. Sini..." Ajak Ibu sambil membawaku kedepan cermin. "Lihat, wajahmu sangat cantik, kulitmu putih, matamu indah, hidungmu juga mancung, tidak ada satu pun kekurangan dalam dirimu.." Ibu membalikkan badanku menghadapnya. "Asalkan kamu berlapang dada, selalu ramah, dan jujur, kamu akan menemukan tempatmu sendiri.." Ucap Ibu."Iya Bu.." Jawab Alana dengan senyum.Akankah berakhir bahagia kisah Alana selanjutnya ?Siapa sebenarnya jati diri dia yang sesungguhnya ?
9.92.6K viewsOn holdIdinagdag sa Library 91 Beses bilang tato bulu di dada
Read
+Library
Cerai Di Hari Pernikahan

Cerai Di Hari Pernikahan

Morata
Apa jadinya sebuah pernikahan, Jika sang suami memiliki sikap tempramental? begitulah nasib Magdalena yang baru saja melangsungkan pernikahan, tetapi dia harus menanggung malu Ketika sang suami, menamparnya saat masih berada di pelaminan. "Bagaimana tindakan Nyonya Maria dan Tuan Nicholas, ketika melihat putrinya di tampar oleh Robinson sang menantu saat di pelaminan?" simak ceritanya di "Cerai di hari pernikahan" by Morata
102.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 55 Beses bilang tato bulu di dada
Read
+Library
Hasrat di Depan Kemudi

Hasrat di Depan Kemudi

"Pak, apa benda keras yang menekan bagian intimku?" Di sekolah mengemudi dekat kampus, aku mengajar seorang mahasiswi tahun pertama belajar mengemudi. Tidak disangka, mahasiswi yang tampak polos itu mengenakan pakaian terbuka, meminta duduk di pangkuanku. Dia menyuruhku mengajarinya secara langsung sambil dekat-dekat denganku. Sepanjang jalan, aku menahan nafsuku dan fokus mengajarinya. Aku sengaja mengabaikan sentuhan halusnya yang disengaja maupun tidak. Namun, entah mengapa, dia melepas kopling terlalu cepat. Mesin mobil tiba-tiba mati dan terguncang hebat. Dia jatuh tepat di antara kedua pahaku. Kebetulan area sensitifku tepat menempel di area sensitifnya. Sementara dia hanya mengenakan rok pendek dan celana dalam tipis di baliknya.
182.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 6.2K Beses bilang tato bulu di dada
Read
+Library
Bayangan di Balik Senja

Bayangan di Balik Senja

Riizuki
Di sebuah desa kecil yang terpencil, terdapat sebuah legenda yang telah diceritakan turun-temurun. Legenda itu berkisah tentang seorang gadis muda yang hilang di hutan pada malam yang penuh misteri. Tidak ada yang pernah melihatnya lagi, tetapi setiap senja, bayangannya muncul di tepi hutan, seolah-olah mengingatkan penduduk desa akan sesuatu yang telah lama terlupakan. Kisah ini tidak hanya menjadi dongeng pengantar tidur, tetapi juga sebuah peringatan akan kekuatan tersembunyi yang mengintai di balik pepohonan rimbun dan kegelapan malam.
2.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 70 Beses bilang tato bulu di dada
Read
+Library
Cinta di Gerbang Kematian

Cinta di Gerbang Kematian

Bisa melihat peristiwa kematian seseorang adalah sebuah keistimewaan dan juga bencana bagi seorang gadis bernama Feli. Di saat ia ingin menyembunyikan kemampuannya rapat-rapat, seorang laki-laki bernama Aland justru mengetahui rahasia Feli. Antara percaya dan tidak percaya, Aland semakin sering mengikuti kemanapun Feli pergi untuk membuktikan kebenaran yang gadis itu lihat, dan untuk pertama kalinya Feli memiliki seorang teman yang dekat dengannya. Aland adalah satu-satunya orang yang bisa membuatnya nyaman karena Feli tidak bisa melihat peristiwa kematian pada mata laki-laki itu. Karena rasa simpati di dalam hati, tanpa disadari mereka diam-diam menyimpan rasa. Rasa takut kehilangan dan rasa kekhawatiran berubah menjadi cinta yang semakin kuat mengikat mereka berdua. Di saat cinta mereka semakin kuat mengikat, Feli bisa melihat kematian di mata Aland membuatnya sangat terpukul. Akankah Feli dapat merubah takdir? Ataukah rasa cinta di hati mereka harus terpendam oleh kematian?
525 viewsOngoingIdinagdag sa Library 19 Beses bilang tato bulu di dada
Read
+Library
Kesatria Di Balik Kegelapan

Kesatria Di Balik Kegelapan

Pria muda berhasil menjadi kelompok rahasia yang bertugas memberantas kejahatan. Dia yang sudah di takdirkan untuk berjalan di antara kegelapan menyelesaikan setiap masalah dengan ketelitian juga kepekaan. Kemampuannya untuk memecahkan setiap kasus yang ada di sekitarnya. Membuatnya lebih mudah untuk naik perlahan untuk mencapai kepala utama dari kelompok rahasia kerajaan. Namun sebuah konspirasi besar membuat setiap langkahnya menjadi jalan buntu. Menyudutkannya tanpa bisa bergerak bebas. Sahabat, saudara, keluarga, berusaha menjatuhkannya membuatnya menjadi penghianat negara.
875 viewsOngoingIdinagdag sa Library 26 Beses bilang tato bulu di dada
Read
+Library
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Hujan selalu menjadi saksi dari segala yang hilang — juga dari kata-kata yang tak sempat diucapkan. Nara, seorang penulis yang kehilangan semangat hidup setelah patah hati dan kegagalan karier, kini menjalani hari-harinya tanpa arah. Di sebuah klinik pemulihan jiwa di kota kecil yang selalu diguyur gerimis, ia bertemu Ravindra — terapis pendiam yang menyembunyikan rahasia kelam di balik tatapan tenangnya. Diam-diam, Ravindra mengumpulkan setiap tulisan yang Nara buang dan merangkainya menjadi satu buku berjudul “Fragmen di Bawah Hujan.” Antara terapi dan perasaan yang tumbuh tanpa mereka sadari, keduanya saling menyembuhkan — tapi juga perlahan menyadari bahwa cinta tak selalu berarti memiliki. Sebuah kisah tentang kehilangan, penyembuhan, dan cinta yang datang seperti hujan — tenang, tapi meninggalkan jejak yang tak mudah hilang.
10757 viewsOngoingIdinagdag sa Library 18 Beses bilang tato bulu di dada
Read
+Library
Masalah di Kebun Jagung

Masalah di Kebun Jagung

Di atas motor roda tiga menuju kota, kursi pengemudi yang sempit itu dipenuhi oleh aku, menantuku, dan sahabatnya. Kami bertiga berimpitan. “Sempit banget, bagaimana kalau ... aku duduk di pangkuan Paman Joni saja?” ucap sahabat menantuku itu sambil membalikkan badan dan duduk mengangkang di atas kakiku. Jalanan tanah pedesaan yang bergelombang membuatnya terus mendesah pelan. Tatapannya perlahan mulai sayu, dia menatapku dengan wajah menggoda yang tampak begitu bergairah. Sementara itu, menantuku yang melihat pemandangan ini memalingkan wajahnya dengan malu-malu, namun kedua kakinya tanpa sadar merapat kencang.
5.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 107 Beses bilang tato bulu di dada
Read
+Library
Mayat di Atas Ranjang

Mayat di Atas Ranjang

Fiona
Nurlaila menemukan suaminya, Suroso, tewas bersimbah darah di atas ranjang. Kematian Suroso begitu mengerikan dan sulit diterima nalar. Entah makhluk apa yang telah membunuhnya, dan kenapa, sebab tak lama setelah Suroso tewas, satu per satu orang di sekitar Suroso juga mengalami nasib yang sama.
102.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 98 Beses bilang tato bulu di dada
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
50
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status