Atasanku Menggodaku
"Putus gitu saja? Nggak semudah itu! Selama ini aku mengejar kamu, kasih hadiah, traktir makan. Menurutmu semuanya gratis? Sekarang kamu tinggalin aku gitu saja, seperti aku nggak berarti apa-apa? Nggak masalah! Kembalikan semuanya dalam bentuk uang! Ditambah bunganya! Baru aku mau!"
Aku menatap Kai seperti melihat orang yang sama sekali asing.
Kita bisa mengenal wajah seseorang, tetapi hatinya belum tentu.
Ternyata dia tidak cuma menjijikkan, tetapi juga benar-benar tidak tahu malu.
Benaran menjijikkan!
"Oke! Hitung saja! Setelah itu, aku bayar semuanya sampai lunas!"
Aku sudah malas bicara dengan dia.