Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjerat Pesona Mama Temanku

Terjerat Pesona Mama Temanku

“Santai aja. Ini rahasia kita bertiga. Aku dan Adit gak bakal ngadu ke Naura kalau kamu habis liat cewek bugil dan makein bajunya.” Hardian menjitak kepala Tigar pelan. “Setan lo. Lo pikir ini lucu?” Adit hanya menunduk, tidak tertawa sama sekali. Masih ada beban besar menggantung di pikiran dan hatinya. “Taxi online udah aku order,” ucap Tigar setelah mengecek ponselnya. “Lima menit lagi nyampe. Ayo siapin.” Mereka bertiga lalu bergotong-royong mengangkat Bela. Adit menopang bagian bahu, Tigar memegangi kaki, dan Hardian menjaga posisi kepala agar tetap stabil.
9.9123.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai taxi kita bersama
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Fahira
Keren ceritanya. Semuanya campur aduk, lucu, seru, menegangkan, ada adegan dewasa, romantis, penuh intrik, dan ternyata banyak plot twist. Jg ternyata ada cerita masa kelam/ trauma yg melatarbelakangi psikologis para tokohnya.
pipovernandes
Adakah penyesalan membuatmu berhenti? Atau kamu percaya adanya hal yang baik setelah sesalmu? Dino sangat takut. Anak yatim piatu penghuni panti asuhan itu harus berdamai dengan kata "berpisah", semua karena adopsi. "Hidup terkadang tak sesuai keinginan kita." Dino mengingat ucapan ibu asuhnya.
Baca Semua Ulasan
Cinta Sagita

Cinta Sagita

tanya Jidan pura-pura menjadi sopir taksi online. "Benar! Kita sesuai rute aja ya Pak. Jangan ngebut-ngebut ya. Nanti saya kasih bintang satu loh. Saya ini super tega." Semua orang tertawa dengan perkataan Cika. Pedal gas mobil mulai diinjak. Mereka semua berangkat. Malam itu, suasana terasa cukup bersahabat. Lalu lintas terpantau ramai dan lancar. Suasana di dalam mobil juga dipenuhi dengan tawa ceria dari obrolan-obrolan yang menyenangkan.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 387 kali sebagai taxi kita bersama
Baca
+Pustaka
Gara-Gara Nikah di KUA

Gara-Gara Nikah di KUA

jawab supir taxi. “Duh, mahal amat, ya? Saya gadai KTP dulu deh, besok datang saja ke kantor, ini kartu nama saya,” ujar Duta dengan sambil mengedipkan sebelah matanya kepada supir taxi yang kebetulan ia kenal, sedangkan ekor matanya melirik Mira yang menatapnya dari samping. Supir taxi mengerutkan dahi dan kemudian menganggukkan kepala.
1037.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai taxi kita bersama
Baca
+Pustaka
Aku (Bukan) Jodohnya

Aku (Bukan) Jodohnya

tanya Keysha setelah sudah berada di taksi online tersebut. Gita tampak ragu menjawab pertanyaan karena takut mendapatkan omelan darinya. Namun, mereka pernah berjanji satu sama lain, tidak boleh ada rahasia di antara mereka. Mereka pun berjanji harus saling terbuka dan saling komunikasi yang akan membuat kepercayaan semakin terjaga. Keysha masih menunggu jawaban dengan sabar, sesekali melirik ke arah putri yang sedang mengatur napas.
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai taxi kita bersama
Baca
+Pustaka
Jatuh Cinta Pada Si Koki Tampan

Jatuh Cinta Pada Si Koki Tampan

Greta dan pria sombong itu menjawab bersamaan. Sopir taksi yang merupakan pria paruh baya tertawa terbahak-bahak sendirian seolah-olah sesuatu yang lucu baru saja terjadi. "Dengar! Tidak ada yang perlu diperdebatkan! Tujuan kalian sama, tuliskan tanggal hari ini, mungkin kalian akan mengingat hari ini sebagai hari pertama kalian bertemu..."
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai taxi kita bersama
Baca
+Pustaka
Cinta dan Dosa

Cinta dan Dosa

Raka memegang pundak Lita, membuat dia salah tingkkah. “Sama-sama, Kak. Kalau begitu aku pamit pulang dulu,” pamit Lita hendak beranjak. “Kamu pulang sama siapa?” tanya Raka, membuat lIta mengurungkan niatnya. LIta menjawab dengan malu-malu, “aku mau pesen taxi online aja, Kak.” “Biar saya antar kamu,” tawar Raka. Lita menggeleng, “jangan, Kak, A—”
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai taxi kita bersama
Baca
+Pustaka
Gadis Penebus Hutang

Gadis Penebus Hutang

sahut Prita meletakkan tasnya di punggung. "Yuk! Kita jadi naek angkot, Ta?" tanya Anggi mengenai kendaraan apa yang hendak mereka pakai. "Taksi aja, Nggi. Gue ngga dibolehin naek angkot sama Om Firas," sahut Prita. "Cieee ... co cweet banget, sih," kata Anggi mengalungkan lengannya di lengan Prita kemudian menggoyangkannya.
1056.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai taxi kita bersama
Baca
+Pustaka
Cinta karena Balas Dendam

Cinta karena Balas Dendam

ucapnya meyakinkan Ziya sementara Ziya sibuk menenangkan Tegar. Taxi berhenti, Ziya bisa melihat sang sopir yang mengotak-atik alat yang biasanya digunakan untuk mendengarkan informasi di mana harus mengambil penumpang berada. Beberapa menit kemudian, ada taxi yang sama berada di samping taxi yang Ziya tumpangi. “Mbak, itu ada teman saya, lebih baik Mbak sama dia saja untuk mengecoh orang yang di belakang,” beritahunya dengan tergesa sebelum menyerahkan tas yang ada di bagasi belakang.
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai taxi kita bersama
Baca
+Pustaka
Sang KAISAR PRODEO

Sang KAISAR PRODEO

tanya sang Driver taksi A Cab. "Benar sir," sahut Dimas. "That's easy," ucap sang Driver, seraya dengan cekatan mulai melajukan taksinya. Taksi itu meluncur cepat dan tetap menjaga jarak, mengikuti ke empat Toyota RAV4 hitam di depannya. Dan ternyata tak perlu waktu lama. Untuk mengetahui tujuan dari ke 4 mobil, yang ditumpangi Pandu cs itu.
1035.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 819 kali sebagai taxi kita bersama
Baca
+Pustaka
Aku Menikahinya Karena Ingin Balas Dendam

Aku Menikahinya Karena Ingin Balas Dendam

pesan dari Nera dulu, karena dipikirnya mungkin seperti malam-malam biasa Nera yang menghubunginya karena ingin telponan sebentar atau menanyakan “apakah sudah sampai rumah atau belum” Kezia terlebih dahulu membuka apliksi Taxi Online untuk memesan taxi. “Yasudah kalau begitu sampai jumpa hari senin ya kak Kezia, kak Nathan, kami pulang dulu.” Ucap Vina dan Helmi serta beberapa karyawan lain. “Oh iya baik, kalian hati-hait.” Ujar nathan “Hati-hati dijalan.” Tambah kezia. “Hmm ayo kita pulang.” Nathan mencoba menawarkan lagi tumpangan pada kezia.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai taxi kita bersama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status