Cinta Yang Lain
“Ayahnya itu pahlawan paling hebat. Dokter Ammar mungkin pintar menenangkan, tapi cuma Mas Abhi yang bisa bikin aku kenyang dan bahagia luar dalam.”
Abhi mengecup puncak kepala Ayla. Di antara uap gule kambing dan bisingnya suara knalpot di luar sana, ada rasa hangat yang menjalar di dada keduanya. Tak perlu restoran bintang lima atau suasana mewah untuk menciptakan momen romantis. Cukup sebuah keinginan sederhana, perjuangan yang tulus, dan hati yang saling memiliki.
Malam itu, mereka pulang dengan perut kenyang dan hati yang penuh. Abhi sesekali melirik Ayla yang sudah terlelap di sampingnya dengan senyum tipis yang masih tersisa.