Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gairah Terlarang Sahabat Suamiku

Gairah Terlarang Sahabat Suamiku

Stevan mengangguk dan pergi. Keesokan paginya, mereka pergi ke pabrik gula. Sama seperti hari kemarin, mereka berkeliling pabrik untuk melihat bagaimana tebu yang berbentuk batang, diolah sedemikian rupa sehingga berubah menjadi butiran gula. Saat sore hari, Levin masih saja menemui Boy di halaman belakang asrama. Mereka berbincang sebentar, bersenda gurau sebelum akhirnya, matahari menghilang dan memisahkan mereka.
1043.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai tebu gula
Baca
+Pustaka
Kembali ke  1980 Dari Nol Membangun Segalanya

Kembali ke 1980 Dari Nol Membangun Segalanya

“Jadi manis itu lebih mahal daripada mulut orang yang memuji.” “Mulut manis banyak di desa,” jawab Leo. “Gula asli lebih sulit dicari.” Darman tertawa pendek, tetapi tawanya cepat padam ketika Leo membuka daftar bahan lain. Kedelai, bawang, rempah, garam, dan bahan pendukung masih bisa dicari dari pasar lain atau desa sebelah tanpa terlalu mencolok, tetapi gula tetap berdiri di tengah catatan seperti batu yang mengganjal roda.
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 331 kali sebagai tebu gula
Baca
+Pustaka
RACUN BERUPA MADU

RACUN BERUPA MADU

lanjut Desta lagi. Tiba-tiba plok! Sesuatu mengenai kening Desta. Lelaki itu menoleh, mencari-cari, benda apa yang tadi kena keningnya. Ternyata buah anggur yang tergeletak di bawah meja. Desta langsung mengambilnya dan memakan buah anggur itu. Eva dan Adelia saling pandang, lalu keduanya tertawa. Kebahagiaan itu mulai dirasakan oleh Adelia, sehingga dia lupa, kalau sudah waktunya pulang.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 331 kali sebagai tebu gula
Baca
+Pustaka
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Kata ku yang menoleh ke arah Mang Yayat yang ikut duduk dan bergabung dengan Asep dan Mas Parto yang ada di sana. “Ini?” Katanya sambil menepuk-nepuk lagi bambu yang dia bawa. “Ini lahang (air gula aren), aku tadi ngambil di dalam hutan, ternyata banyak tumbuh di sana Mat, dan gak ada yang ngambil satupun,” Kata Mang Yayat. “Rencana sih mau aku buat gula beureum (gula aren), aku bungkusin dengan daun dan aku mau jual di pasar di Kampung Parigi Mat.”
10126.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai tebu gula
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Baca Semua Ulasan
Madu Suamiku

Madu Suamiku

​"Lancar kok—" ​"Aduh, aduh... siang-siang gini lobi Dirgantara Group kok mendadak penuh gula, ya? Tolong, diabetes saya bisa kambuh nih," potong Maya sambil berpura-pura mengipasi wajahnya dengan telapak tangan.
8.220.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 633 kali sebagai tebu gula
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status