Tawanan Tuan Kama
Di sanalah tebu - tebu itu akan di olah menjadi gula dan di perjual belikan dengan nilai ekonomis yang lebih tinggi.
Kama sendiri tidak pulang semalam, ia mengawasi para pekerja yang mondar - mandir sejak pagi. Jalur montit di pulau ini sudah ada sejak berpuluh - puluh tahun yang lalu, seorang Tuan tanah dari kota besar datang ke sini dan membeli sebagian besar tanah milik warga dan menanamnya dengan tebu dan hasil perkebunan lain. Tuan tanah itu juga membangun pabrik gula, memperkejakan warga sekitar. Meski begitu, Tuan tanah itu hanya berkunjung sekali dua kali dalam setahun, warga desa pun tidak tau dari mana aslinya Tuan tanah itu berasal.
Hot Chapters