Ketika Kepala Preman Mencintai Ustadzah
"Di hari kedua dan ketiga, mimpinya pun masih sama seperti itu. Mas Bisma mengantarkan sesuatu seperti seserahan untuk gadis yang sama, hanya di hari ketiga, ada sesuatu yang berbeda di akhir mimpi saya."
"Apa itu Teh?" cecar Ratih, penasaran.
"Mas Sadewa, tiba-tiba datang dari arah samping saya, dengan Ibu dan kamu juga Ratih, berpakaian dan membawa bawaan layaknya orang yang ingin melamar. Mas Dewa lantas memberikan cincin emas untuk kami berdua. Saya dan Mas Dewa saling memakaikan ke jari kami masing-masing. Itu yang membuat saya merasa, jika memang Mas Dewa yang akan menjadi jodoh saya. Allah tahu apa yang terbaik untuk kehidupan saya." Kembali Zhalika tertunduk, setelah bercerita tentan