Cinta yang Salah
“Nah itu, apa alasan mereka sampai segitu gigihnya ingin tau kebenaran tentang ayahmu itu. Tapi apa pun rencana ibu nanti, aku akan tetap bersamamu, Ay. Nggak mungkin kalau kita bersaudara. Aku cinta mati sama kamu, Ay. Kamu juga sama kan, Istriku?”
Aku mendekatinya dan mulai iseng. Padahal dulu sudah sering berdua seperti ini. Namun, ternyata setelah sah menjadi suami-istri, jantungku tetap berdebar seperti akan menunaikan malam pertama saja layaknya pengantin baru.
“Iya dong. Kalau nggak cinta, aku tetap akan menolak lamaranmu. Ya … meski caramu curang, tapi ternyata hatiku memang mencintaimu, Dear.”
Bab Populer