Duchess : Terlahir Kembali Demi Dendam
“Biarkan tetap di situ. Setelah semua air mata itu, aku yakin matamu lelah. Anggap saja teh itu akan memberi pijatan di sana.”
Bree membuka mata, dan memandang Rad yang ada di sampingnya. “Tapi aku tampak konyol.”
“Lalu kenapa? Hanya aku yang melihatmu. Tidak masalah,” ujar Rad.
“Tidak masalah? Kau menertawakanku!” Bree memajukan bibirnya, cemberut.
“Ya, tapi hanya karena lucu. Aku tidak tertawa karena mengejek atau menghina, ini hanya sesuatu yang lucu. Apa ini salah?”