Gila Karena Penyesalan
Dari seorang eksekutif perusahaan, menjadi lelaki lusuh yang pulang penuh debu dan lelah.
Satu-satunya yang tersisa untuknya hanyalah Kimmy.
Namun, dia bahkan tak sanggup menatap anak itu, karena mata kanan Kimmy adalah pemberianku.
Mata jernih dan bening itu seperti cermin yang memantulkan dosa dan kebodohannya setiap saat.
Suatu kali, saat mabuk berat, dia memeluk Kimmy dan menangis tersedu.
“Kimmy, Ayah bersalah. Ayah bersalah pada ibumu, Ayah ini bajingan .…”