Samaran Terakhir
Wanita teks itu tersenyum, dan kata-katanya melayang di udara, membentuk baris-baris seperti kaligrafi patah:
“Mereka yang bertanya bukan untuk mendapatkan jawaban, melainkan untuk membangkitkan keberanian.”
Tiba-tiba, dunia di sekitar Kai berguncang. Dari kejauhan muncul sebuah sosok raksasa, berbentuk seperti pena rusak hitam, bengkok, dan berdarah tinta merah. Sosok itu meraung, dan setiap raungan menulis satu paragraf penuh ketakutan di langit. Dunia baru ini, rupanya, masih dihantui oleh sisa-sisa struktur lama. Tinta itu membawa keinginan untuk mendikte ulang realitas.