Target Cinta sang Pewaris
Naya mencebikkan bibirnya sebal, “Papa itu gila kerja, kalau bukan karena aku dan Mama, kapan lagi waktu Papa istirahat.”
“Sudah-sudah, ayo kita makan. Kasian ke tunda terus dari tadi,” sela Ricky mengakhiri percakapan.
Mereka berlima mulai menyantap makanannya dengan tenang, tidak ada suara kecuali dentingan alat makan. Setelah selesai, Mestalla mengajak mereka semua minum teh dan memakan cemilan bersama di ruang tengah.
“Maaf ya, Dil, Tante nggak datang ke acara nikahan kamu,” ucap Mestalla memulai percakapan.
Hot Chapters