Selubung Memori
“Bahkan beberapa kali setiap ke makam mereka. Kemampuan ini bisa merasakan sisa keberadaan mereka di sana, jadi ketika aku duduk terdiam di sana, aku merasa mereka menemaniku—meski aku tidak benar-benar mengenal mereka, dan mereka tidak benar-benar di sana. Itu melegakan, kau tahu? Tapi beberapa hari lalu, satu hari setelah Rapat Dewan yang membuat semua ini meletus—Tara mengajakku ke Telaga. Sebelum bertemu kalian di peternakan.”
“Aku ingat itu,” sebut Yasha.
“Siapa pun pasti ingat betapa manisnya Tara saat itu,” sambung Haswin.
Satu-satunya yang memutar bola mata cuma Dalton. Jelas dia menyesal, jadi dia yang membuat topiknya tetap pada jalur. “Kenapa dengan Telaga?”
“Kami sempat berkunjun
Bab Populer