Ahli Waris
Itu, adalah motor Bapak sudah sangat lama pemberian kakek dan sudah butut.
"Saya pembeli, Pak. Hehe, ini punya uang," ucapku sambil menunjukkan berlembar-lembar uang di dalam dompet kulitku.
"Tapi, itu ....," kata satpam masih tidak percaya. Untunglah seseorang yang sepertinya manager restauran menghampiriku. Dan aku mengenalnya dengan baik. Dia adalah sahabat Rahman.
"Maafkan kami, Raden Agus. Silahkan menikmati hidangan di restauran kami," ucapnya dan aku menarik nafas lega.
Hot Chapters