DIKIRA MISKIN SAAT REUNI
tanyaku santai.
“Ya iyalah, Fa. Ini seumur hidup sekali. Setidaknya untuk MUA, dekorasi, gaun pengantin dan catering kan harus ada biaya.”
Aku tertegun. Gak pernah kepikir ke sana. Aku cuma membayangkan pernikahan sederhana, gak ada make up tebal, gak ada cateringan, cuma selametan saja.
“Ibu gak usah bingung. Syfa gak pengen ribet-ribet kayak gitu. Nikah saja terus makan-makannya sederhana saja. Kayak pas Pak Hakim kemarin datang itu, kita masak. Sudah.”
Chapitres populaires