Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci

Jatuh Cinta Pada Pria yang Seharusnya Kubenci

Namun sebagai sesuatu yang pernah ada di dalam dirinya. “Aku tidak—” Suaranya keluar. Namun terputus, karena kata itu tidak bisa diselesaikan. Sosok itu tersenyum, sangat pelan, sangat memahami. “Tentu saja kamu tahu.” “Kamu hanya belum siap … mengakuinya.” Kalimat itu menghantam.
693 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai ternyata belum siap aku
Baca
+Pustaka
Sebentuk Hati untuk Jingga

Sebentuk Hati untuk Jingga

tanya Aldo. “Do, kenapa mendadak sekali? Aku belum siap. Aku belum kerja, aku belum ngapa-ngapain ini. Baru lulus kuliah juga. Mbok jangan terburu-buru. Itu juga Ibu kayaknya keberatan.” Nila merajuk. Dia merasa tidak nyaman berada di posisi itu.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai ternyata belum siap aku
Baca
+Pustaka
Bukan Simpanan CEO

Bukan Simpanan CEO

“Liat, banyak yang udah mulai samar.” Aneth menunduk sambil mengangguk. Tiga detik kemudian barulah ia bersuara. “Tapi kalau untuk ngelakuin itu... aku betul-betul belum siap. Apa lagi kita...” Dia melirik Yuka ragu dan menggigit bibir bawahnya. “Belum nikah.”
1028.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 778 kali sebagai ternyata belum siap aku
Baca
+Pustaka
Jodoh Kesasar

Jodoh Kesasar

Aku mengguncang tubuhnya yang membelakkangiku. “Saya tidak akan memaksa kalau memang kamu belum siap,” ucapnya tanpa menoleh ke arahku. “Iya, Mas Abi aku udah siap kok,” kataku gusar. Kayaknya dia marah gara-gara aku ngeles. “Yakin?” Dia bangun dan menatapku intens. “I-iya.” “Iya apa?” “Iya ... aku ... Udah siap.” “Siap untuk apa?” Dia menajamkan pandangan.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai ternyata belum siap aku
Baca
+Pustaka
Semakin Red Flag Semakin Cinta

Semakin Red Flag Semakin Cinta

“Tapi kenapa, Yang? Tadi kita kan udah … ya, kamu tahu sendirilah.” Qey memejamkan mata dengan kedua tangan menutupi wajahnya. “Aku belum siap.” Ia kembali mengucapkan hal yang sama untuk kesekian kali sambil menggelengkan kepalanya. Ryan membisu di tempatnya. Ia mencoba memahami dan mencerna apa yang dimaksudkan Qeyzia dengan ‘belum siap’. Bukankah Qey sudah pernah melakukannya? Jadi belum siap apa lagi?
920.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 726 kali sebagai ternyata belum siap aku
Baca
+Pustaka
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

"Kamu benar… ini peluang besar. Tapi aku… aku belum yakin kita siap.” Dion menatapku dalam-dalam. “Din… kita tidak pernah benar-benar siap. Kita hanya punya satu cara hadapi bersama.” Aku menelan ludah. Kata-kata itu sederhana, tapi berat maknanya. Kami sudah melewati banyak badai, tapi ini terasa berbeda. Sesampainya di rumah, aku menulis di buku harian:
710 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai ternyata belum siap aku
Baca
+Pustaka
Talak Aku, Mas!

Talak Aku, Mas!

Aku takut. "Jangan terlalu dipaksakan. Jika memang kamu belum siap. Aku tidak keberatan, aku..." "Orang tuamu sudah terlalu lama tidak mendengar kabar kamu. Aku yakin orang tuamu tengah cemas memikirkan keberadaan mu, lagi pula aku bukannya tidak siap bertemu orang tuamu. Aku hanya belum siap kembali ke kota itu. Terlalu banyak kenangan buruk." Tutur Ayu dengan lemahnya.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai ternyata belum siap aku
Baca
+Pustaka
Rahim Penebus Dosa

Rahim Penebus Dosa

"Tapi, Mas, aku masih muda. Usiaku masih 25. Aku belum siap punya anak." Aku memang ingin berhubungan sex, tapi jujur aku belum siap memiliki anak. Tanggung jawabnya berat. Belum lagi derita yang harus kuhadapi saat hamil, melahirkan, dan menyusui, semuanya butuh kesiapan mental. "Kamu lupa usia saya berapa?"
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai ternyata belum siap aku
Baca
+Pustaka
Sleeping with my Friend

Sleeping with my Friend

“Sekarang katakan padaku, apa yang membuatmu menolaknya padahal kau sudah merencanakannya?” “Aku tidak tahu.” “Jess, masalah tidak akan selesai saat kau sendiri tidak tahu apa yang kau inginkan.” Jessie kembali mendesah panjang. “Masalahnya, aku merasa belum siap. Dan astaga, aku takut mengecewakannya.” Steve mendengus sebal. “Kan aku sudah pernah bilang padamu, kalau aku bisa membantumu.” “Aku tidak sedang bercanda, Steve.” Mata Jessie menatap tajam ke arah Steve.
9.883.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai ternyata belum siap aku
Baca
+Pustaka
(Not) His Sugar Baby

(Not) His Sugar Baby

Selamat malam, Bu - ibu yang super keren poul. Sehat selalu ya .... Begini .... Aku datang di jam - jam seperti ini bukan sebagai update, karena untuk bab besok sama sekali belum aku tulis. Aku masih mikir. Wkwk. Kenapa aku masih mikir. Well, mari kita kembali ke bab 'lelah'. Maaf untuk mengatakan. Syarat daripada yang aku berikan hanya nyaris, belum sepenuhnya mencapai target. Jadi kita sudah tahu artinya apa ya😅
10203.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai ternyata belum siap aku
Tampilkan Ulasan (187)
Baca
+Pustaka
yaniyani
pdhal novel ini isi ny paling beda ama yg lain. penulisan bgus, bnyk pljran yg dpt di ambil tp knp g prnh dpt perhatian khusus ya? dua rius lho klo bca ampe hbis g bkal nyesal meski kdng2 misteri dikonflik ny bkin jntung g tenang, tp ak ttp pengen pny bku cetak ja klo ad, pengen pelukable ma theo
Nami chan
Kerangka ceritanya menarik, bahasanya enak dibaca, uraian ceritanya jg cakep. Konflik2nya tuh fokus tp berbobot. Haaah karya2 kak susi ga perlu diraguin sih.. Ini kek buku kelas atas gt gasih. Kata2nya tuh berat kadang otakku yg minim ini kudu mencerna baik2 biar paham ...
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status