Obsessed
“Santai, aku kan supir handal. Tapi… kalau kamu terus ganggu aku, mungkin aku sengaja melambat.”
Alina tertawa, menahan cengiran. Mata mereka bertemu lagi, dan untuk sesaat, dunia seakan hanya milik mereka berdua.
Di belakang, Maro memperhatikan dengan sedikit cemburu, tapi tetap tersenyum kepada Stevi yang duduk di sebelahnya. “Hmm… mereka berdua kelihatan… terlalu akrab ya,” gumamnya pelan. Stevi menepuk bahunya sambil tersenyum tipis. “Biarkan saja… kita di sini untuk bersenang-senang,” katanya, meski wajahnya menegang.