PELAN PELAN SAYANG
ucap Gendis sambil memukuli dada Rain dengan tangan gemetar.
“Sayang…” ucap Rain lirih, suaranya serak, membiarkan pukulan itu mengenai dirinya tanpa sekalipun menangkis.
“Kamu jahat! Kamu nggak punya hati!” teriak Gendis, air matanya jatuh deras, tubuhnya bergetar hebat seolah semua beban tumpah pada setiap hantaman tangannya.
“Sayang, saya minta maaf…” ucap Rain pelan, kedua matanya berkaca-kaca, napasnya tercekat, namun ia hanya menatap wajah istrinya yang penuh luka batin.
Hot Chapters