Jatah Malam Nyonya Besar
Ia histeris, memukul dada bidang Heri berkali-kali dengan sisa tenaganya.
“Gila kamu, Heri! Ini semua gara-gara kamu! Kamu itu pembawa sial tahu nggak! Kalau dari awal kamu tahu diri dan nggak gampang ngembat aku, kita nggak bakal kayak gini! Karir suamiku, nama baikku, semuanya bakal hancur!”
Heri hanya diam menerima pukulan itu, rahangnya mengatup rapat. Gairah yang beberapa menit lalu membakar tubuhnya kini mendingin total, digantikan oleh insting bertahan hidup yang tajam.
Hot Chapters